WHO: 3 Desember 2020 Satu Hari untuk Semua

Pada peringatan Hari Penyandang Disabilitas Internasional (International Day of Persons with Disabilities—IDPD) 3 Desember 2020 ini, WHO bersama banyak mitra memilih tema “Satu Hari untuk Semua”. Tema ini mencerminkan pemahaman yang berkembang bahwa difabel adalah bagian dari kondisi manusia.

Hampir setiap orang akan mengalami suatu kondisi tertentu akibat sesuatu hal sehingga mengalami cidera temporer atau permanen pada suatu saat dalam hidup. Meskipun demikian, hanya sedikit negara yang memiliki mekanisme yang memadai untuk menanggapi sepenuhnya kebutuhan penyandang difabel.

WHO memperkirakan bahwa lebih dari satu miliar orang—sekitar 15% dari populasi dunia—mengalami beberapa bentuk cidera fisik. Angka ini diperkirakan akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia penduduk dan peningkatan prevalensi penyakit tidak menular. Meskipun difabel bisa dirugikan namun tidak semua difabel dirugikan. Banyak hal bergantung pada konteks tempat mereka tinggal, dan apakah mereka memiliki akses yang sama pada kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan.

Pada tahun 2017, WHO telah membuat kemajuan dalam sejumlah inisiatif yang selanjutnya mengimplementasikan rekomendasi dari laporan dunia tentang difabel dan rencana aksi global difabel WHO 2014- 2021. Pada bulan Februari melalui pertemuan global para ahli rehabilitasi bertajuk “Rehabilitasi 2030”, WHO mengumpulkan komitmen para peserta untuk membantu pemerintah membangun model pemberian layanan yang komprehensif, mengembangkan tenaga kerja multidisiplin yang kuat, memperluas mekanisme pembiayaan dan meningkatkan sistem informasi kesehatan, semuanya dalam upaya untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat untuk layanan rehabilitasi.

Selain itu, WHO juga mendukung pelaksanaan Model Survei Disabilitas secara nasional di negara-negara seperti Filipina dan Qatar, serta di Balochistan, Pakistan, dan di Dubai, Uni Emirat Arab. Diharapkan hasil survei tersebut akan membawa perubahan positif, seperti yang terjadi, misalnya di Chile, yang telah merevisi kebijakan dan undang-undang terkait kesehatan mental, ketenagakerjaan, dan transportasi berdasarkan temuan Model Survei Disabilitas.

Upaya terbaru lainnya termasuk tugas WHO sebagai Ketua Kelompok Dukungan Antar-lembaga untuk Konvensi Hak-hak Penyandang Disabilitas, mengkoordinasikan pengembangan tentang kesehatan dalam laporan utama PBB tentang difabel, dan melakukan pemetaan pemangku kepentingan global tentang komunitas—inisiatif berbasis rehabilitasi di seluruh dunia.

 

Sumber:

WHO: 3 Desember 2020 Satu Hari untuk Semua | newsdifabel.com